PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Keberadaan temp-humidity meter dibutuhkan untuk kepentingan pemantauan temperatur dan kelembaban ruang dalam suatu proses industri. Data humidity dibutuhkan terutama pada proses industri yang berhubungan dengan suatu proses pengeringan atau penjagaan kelembaban ruang tersebut. Meter ini umumnya tidak difungsikan sebagai alat ukur statis yang diletakkan pada suatu tempat tertentu.
Sensor pada meter yang ada biasanya masih menggunakan teknologi lama (menggunakan sistem analog, dimana pengukuran berdasarkan atas beda tegangan) dengan respon pengukuran yang lambat. Pada awal tahun 2002, SENSIRION memproduksi sensor berteknologi digital yang diberi nama SHT1x/ SHT7x, dan dinyatakan (pabrik) mempunyai respon yang cepat. Karena sensor berteknologi digital, maka error bergantung pada internal chip SHT1x. Besar error tersebut telah didapatkan oleh pabrik pembuat SHT1x, yaitu SENSIRION.
Oleh karena itu timbul ide untuk membuat alat ukur temperatur dan kelembaban yang portable, menggunakan sensor berteknologi digital yang dituangkan dalam skripsi dengan judul : “Aplikasi Mikrokontroler AT89S51 Pada Pembuatan Temp-Humidity Meter”
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berlatar balakang dari masalah diatas, maka penulis dapat menentukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana cara penerapan mikrokontroler sebagai pengendali.
2. Bagaimana sensor dapat mengukur temperatur dan kelembaban.
3. Bagaimana LCD dapat menampilkan karakter yang sesuai dengan hasil ukur sensor.
4. Bagaimana bahasa pemrograman assembly MCS-51 digunakan agar sistem atau alat tersebut dapat bekerja secara otomatis.
1.3 BATASAN MASALAH
Agar lebih terarahnya pembahasan sesuai dengan topik yang dibahas, maka perlu dilakukan pembatasan antara lain :
1. Menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Menggunakan sensor SHT11 sebagai sensor temperatur dan kelembaban.
3. Menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) untuk menampilkan nilai temperatur dan kelembaban.
4. Menggunakan bahasa assembly MCS-51 sebagai software dalam pengendalian peralatan, dimana program yang dibuat disimpan pada Flash PEROM.
1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan pembuatan alat ini adalah :
1. Merancang alat ukur temperatur dan kelembaban dengan memanfaatkan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Untuk mendayagunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai alat kontrol.
3. Mengaplikasikan aspek-aspek teoritis dan konsep-konsep yang diperoleh di bangku kuliah.
4. Sebagai tugas akhir untuk mencapai gelar Sarjana pada Program Sistem Komputer Stikom Dinamika Bangsa Jambi.
1.5 METODE PENELITIAN
Penelitian memang cara yang paling penting dalam mencari dan mengumpulkan data dalam merancang sebuah alat. Dimana data yang diperoleh akan diolah dan dievaluasi sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi.
Dalam penulisan skripsi ini agar lebih teratur maka penulis menggunakan beberapa metode untuk perancangan dan pembuatan alat, antara lain sebagai berikut :
1. Studi Pustaka (Library Research)
Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan ini.
2. Studi Laboratorium (Laboratorium Research)
Metode Studi Laboratorium ini meliputi dua kegiatan sebagai berikut:
- Perancangan dan Perakitan
Kegiatan perancangan dan perakitan digunakan untuk merancang dan merakit benda kerja agar diperoleh suatu benda jadi serta mengkombinasikan perintah-perintah dalam pemprograman assembler sesuai dengan sintak program standar AT89S51 yang akan mengontrol kinerja mikrokontroler dan akan menghasilkan output pada benda jadi.
- Percobaan dan Pengujian
Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji dan menguji kelayakan benda kerja yang dirancang dan dibuat.
3. Studi Lapangan (Field Research)
Metode ini bertujuan untuk mengambil data langsung di lapangan karena percobaan benda kerja juga dilakukan di lapangan.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memberikan gambaran umum mengenai keseluruhan penulisan skripsi ini, maka sistematika penulisan ini terdiri dari 5 (lima) bab. Adapun isi dari pokok pembahasan masing-masing bab adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan yang berisikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan mencakup konsep-konsep teori yang diperlukan dalam melakukan suatu penelitian, serta mencakup beberapa definisi seperti pengertian mikrokontroler, pengenalan mikrokontroler AT89S51, pengertian komponen-komponen dasar, dan sekilas tentang bahasa pemprograman assembler.
BAB III : RANCANGAN SISTEM
Untuk mengetahui suatu sistem rancangan yang dapat dibuat agar dapat diketahui bagaimana cara kerja sistem pada sistem pengontrolan menggunakan mikrokontroler AT89S51.
BAB IV : ANALISA DAN HASIL
Merupakan bab yang menjelaskan cara kerja alat, program yang dapat menjalankan alat serta rangkaian komponen yang berhubungan dengan alat yang akan dirancang. Alat tersebut selanjutnya diuji dan dianalisa sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan.
BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian, serta akan mengemukakan saran-saran yang berguna untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Keberadaan temp-humidity meter dibutuhkan untuk kepentingan pemantauan temperatur dan kelembaban ruang dalam suatu proses industri. Data humidity dibutuhkan terutama pada proses industri yang berhubungan dengan suatu proses pengeringan atau penjagaan kelembaban ruang tersebut. Meter ini umumnya tidak difungsikan sebagai alat ukur statis yang diletakkan pada suatu tempat tertentu.
Sensor pada meter yang ada biasanya masih menggunakan teknologi lama (menggunakan sistem analog, dimana pengukuran berdasarkan atas beda tegangan) dengan respon pengukuran yang lambat. Pada awal tahun 2002, SENSIRION memproduksi sensor berteknologi digital yang diberi nama SHT1x/ SHT7x, dan dinyatakan (pabrik) mempunyai respon yang cepat. Karena sensor berteknologi digital, maka error bergantung pada internal chip SHT1x. Besar error tersebut telah didapatkan oleh pabrik pembuat SHT1x, yaitu SENSIRION.
Oleh karena itu timbul ide untuk membuat alat ukur temperatur dan kelembaban yang portable, menggunakan sensor berteknologi digital yang dituangkan dalam skripsi dengan judul : “Aplikasi Mikrokontroler AT89S51 Pada Pembuatan Temp-Humidity Meter”
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berlatar balakang dari masalah diatas, maka penulis dapat menentukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana cara penerapan mikrokontroler sebagai pengendali.
2. Bagaimana sensor dapat mengukur temperatur dan kelembaban.
3. Bagaimana LCD dapat menampilkan karakter yang sesuai dengan hasil ukur sensor.
4. Bagaimana bahasa pemrograman assembly MCS-51 digunakan agar sistem atau alat tersebut dapat bekerja secara otomatis.
1.3 BATASAN MASALAH
Agar lebih terarahnya pembahasan sesuai dengan topik yang dibahas, maka perlu dilakukan pembatasan antara lain :
1. Menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Menggunakan sensor SHT11 sebagai sensor temperatur dan kelembaban.
3. Menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) untuk menampilkan nilai temperatur dan kelembaban.
4. Menggunakan bahasa assembly MCS-51 sebagai software dalam pengendalian peralatan, dimana program yang dibuat disimpan pada Flash PEROM.
1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan pembuatan alat ini adalah :
1. Merancang alat ukur temperatur dan kelembaban dengan memanfaatkan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Untuk mendayagunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai alat kontrol.
3. Mengaplikasikan aspek-aspek teoritis dan konsep-konsep yang diperoleh di bangku kuliah.
4. Sebagai tugas akhir untuk mencapai gelar Sarjana pada Program Sistem Komputer Stikom Dinamika Bangsa Jambi.
1.5 METODE PENELITIAN
Penelitian memang cara yang paling penting dalam mencari dan mengumpulkan data dalam merancang sebuah alat. Dimana data yang diperoleh akan diolah dan dievaluasi sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi.
Dalam penulisan skripsi ini agar lebih teratur maka penulis menggunakan beberapa metode untuk perancangan dan pembuatan alat, antara lain sebagai berikut :
1. Studi Pustaka (Library Research)
Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan ini.
2. Studi Laboratorium (Laboratorium Research)
Metode Studi Laboratorium ini meliputi dua kegiatan sebagai berikut:
- Perancangan dan Perakitan
Kegiatan perancangan dan perakitan digunakan untuk merancang dan merakit benda kerja agar diperoleh suatu benda jadi serta mengkombinasikan perintah-perintah dalam pemprograman assembler sesuai dengan sintak program standar AT89S51 yang akan mengontrol kinerja mikrokontroler dan akan menghasilkan output pada benda jadi.
- Percobaan dan Pengujian
Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji dan menguji kelayakan benda kerja yang dirancang dan dibuat.
3. Studi Lapangan (Field Research)
Metode ini bertujuan untuk mengambil data langsung di lapangan karena percobaan benda kerja juga dilakukan di lapangan.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memberikan gambaran umum mengenai keseluruhan penulisan skripsi ini, maka sistematika penulisan ini terdiri dari 5 (lima) bab. Adapun isi dari pokok pembahasan masing-masing bab adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan yang berisikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan mencakup konsep-konsep teori yang diperlukan dalam melakukan suatu penelitian, serta mencakup beberapa definisi seperti pengertian mikrokontroler, pengenalan mikrokontroler AT89S51, pengertian komponen-komponen dasar, dan sekilas tentang bahasa pemprograman assembler.
BAB III : RANCANGAN SISTEM
Untuk mengetahui suatu sistem rancangan yang dapat dibuat agar dapat diketahui bagaimana cara kerja sistem pada sistem pengontrolan menggunakan mikrokontroler AT89S51.
BAB IV : ANALISA DAN HASIL
Merupakan bab yang menjelaskan cara kerja alat, program yang dapat menjalankan alat serta rangkaian komponen yang berhubungan dengan alat yang akan dirancang. Alat tersebut selanjutnya diuji dan dianalisa sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan.
BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian, serta akan mengemukakan saran-saran yang berguna untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

mas,mo nanya nih,....boleh nggak aku minta script pembacaan nilai temp n humidity sensor SHT11.mikrokontrolernya pake AT89S51.aku udah coba, tapi masih error...tolong mas ya...soalnya aku lagi buat skripsi pake sensor itu.....kalo bisa mohon di kirim ke alfrids_kfw@yahoo.co.id.....thx b4
Q JUGA KALO BOLEH MINTA MAS, SOURCE KODENYA... JUGA LAGI BUTUH BANGET NEH MAS,.. TERIMA KASIH
KIRIM KE aal_du@yahoo.co.id
mas boleh minta skrip program pembacaannya gk???
ak mau tugas ahir ni....
kirim ke randyputra1991@yahoo.com