Pemanfaatan LCD Sebagai Penampil Informasi Berbasis Mikrokontroler

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Saat ini, mikrokontroler semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik mahasiswa, praktisi, maupun masyarakat umum yang menggemari bidang elektronika. Mikrokontroler banyak digunakan untuk berbagai aplikasi kendali maupun otomatisasi, mulai dari sistem yang sederhana hingga yang kompleks. Mikrokontroler yang sedang berkembang saat ini adalah AVR dari Atmel karena harganya yang murah banyak diminati mahasiswa dan memiliki fitur I/O (Input/ Output) yang komplit dalam satu paket mikrokontroler serta kemudahan dalam bahasa pemrograman bisa memakai Assembler atau memakai bahasa basic seperti BASCOM AVR, PBASIC dan lain-lain.
Mikrokontroler AVR secara umum dapat dikelompokan 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan rata-rata bisa dikatakan hampir sama. Oleh karena itu, dipergunakan salah satu produk AVR dari Atmel, yaitu ATMega8535 yang akan digunakan dalam penelitian kami, karena sudah memiliki ADC (Analog Digital Converter)10 bit sebanyak 8 saluran.
Sebagai mahasiswa program studi Sistem Komputer tentunya tidak asing lagi dengan perangkat seperti LCD. Apabila kita berbicara soal LCD, pasti yang terbayang dalam pikiran kita adalah suatu alat elektronika yang dapat menampilkan teks. Lebih jelasnya, LCD (Liquid Crystal Display) merupakan suatu alat elektronika yang dapat menampilkan karakter dimana bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan, yang digunakan untuk menampilkan informasi dan pesan kepada setiap orang yang melihatnya. LCD banyak digunakan karena tampilannya yang menarik, harganya yang murah dan konsumsi daya rendah.
Berdasarkan keterangan diatas dimana fungsi LCD banyak digunakan untuk memberikan informasi, maka penulis ingin menerapkan fungsi dari LCD tersebut yaitu untuk menampilkan pesan, ucapan-ucapan hari besar keagamaan, dan informasi-informasi penting lainnya. Pada alat ini, teks yang ditampilkan oleh LCD dapat bergerak atau berjalan sehingga tidak membosankan bagi semua orang. Dimana alat ini nantinya akan diimplementasikan di Perguruan Tinggi STIKOM Dinamika Bangsa Jambi. Alat ini dapat diletakkan di dalam ruangan laboratorium, di pintu masuk laboratorium, atau di mading. Untuk itulah ide ini penulis ajukan dalam bentuk karya ilmiah yang berjudul : ”Pemanfaatan LCD Sebagai Penampil Informasi Berbasis Mikrokontroler”

1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berlatar balakang dari masalah diatas, maka penulis dapat menentukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana alat menampilkan pesan teks.
2. Bagaimana LCD 2 x 40 dapat menampilkan karakter yang diinginkan.
3. Bagaimana prinsip dasar dan cara kerja dari komponen pendukung peralatan seperti tombol untuk mengganti teks.
4. Bahasa pemrograman BASCOM AVR digunakan agar sistem atau alat tersebut dapat bekerja secara otomatis.

1.3 BATASAN MASALAH
Dalam proses pembuatan alat ini sudah tentu tak terlepas dari beberapa masalah yang penulis hadapi. Agar penelitian yang dilakukan tidak keluar dari permasalahan, maka perlu dilakukan pembatasan masalah, yaitu :
1. Menggunakan LCD 2 x 40 sebagai modul yang digunakan untuk menampilkan karakter.
2. Menggunakan tombol untuk mengganti atau menukar informasi yang ditampilkan.
3. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam perancangan peralatan yaitu BASCOM AVR.
4. Karakter yang dapat ditampilkan di LCD 2 x 40 hanya terbatas pada karakter yang ada di keyboard

1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan teks berjalan di LCD yang dikendalikan mikrokontroler. Yang mana mikrokontroler pada alat ini diisi bahasa pemograman BASCOM AVR.
Manfaat dari perancangan alat ini adalah untuk menampilkan pesan, ucapan-ucapan hari besar keagamaan, dan informasi lainnya. Contoh teks untuk ucapan hari besar keagamaan adalah Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Hari Raya Idul Adha, Selamat Natal, dan contoh teks untuk pesan dan informasi penting lainnya adalah Labor Dipakai, Perpustakaan Buka, dan Bagi Mahasiswa Yang Tidak Menggunakan Sepatu Dilarang Memasuki Ruangan Dosen.

1.5 METODE PENELITIAN
Untuk mendapatkan sistem yang baik, tentu tidak terlepas dari cara atau metode yang ada saat melakukan proses penelitian, yang mencakup keberadaan penulisan karya ilmiah ini. Dalam penulisan ini digunakan dua metode penelitian antara lain :
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan alat ini.
2. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Untuk mengetahui dan menguji kebenaran dari teori-teori dan rancangan rangkaian, maka dilakukan eksperimen-eksperimen dilaboratorium teknik dengan memanfaatkan peralatan yang ada, juga laboratorium komputer untuk membuat program kontrolnya.


1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Agar lebih terstruktur dalam penulisan ini maka dapat dikelompokkan sesuai dengan yang penulis susun, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN
Yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penelitian, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Berisikan tentang teori yang mencakup konsep-konsep yang diperlukan dalam melakukan penelitin dan konsep kerja dari komponen yang digunakan.

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini di jelaskan secara spesifik tentang Gambaran Umum, Analisa Kebutuhan, dan Perancangan Sistem .

BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir dari pokok permasalahan yang mengemukakan Kesimpulan, Keterbatasan Sistem dan Saran-Saran yang diperlukan.

delphi & assembler

variabel out 32
===============
function Inp32(alamat:word):byte; stdcall;external'ace.dll';
procedure Out32(alamat:word;data:byte):byte;stdcall;external'ace.dll';


variabel tempo
==============
procedure tempo(lama:word);
var temp:dword;
begin
temp:=GetTickCount;
repeat
Application.ProcessMessages;
until(GetTickCount-temp)>=lama
end;


logika port $378
================
1,2,4,8,16,32,64,128,255

pengulangan
===========
var i:integer;
begin
for i:=1 to 3 do
begin

a
f | g | b

e | | c
d

exit
====

application.terminate;


input
=====

procedure TForm1.Timer3Timer(Sender: TObject);
begin
begin
If (label4.Caption='1') or (label4.Caption='127')
or (label4.Caption='65')or (label4.Caption='255')
or (label4.Caption='')then
begin
L1.Brush.Color:=clred;
end
else
L1.Brush.Color:=clwhite
end;


* assembler
===========
function portin(alamat:word):byte;assembler;
var
data:byte;
begin
asm
mov dx,alamat
in al,dx
mov data,al
end;
portin:=data;
end;

procedure portOut(alamat:word;data:byte);
begin
asm
mov dx,alamat
mov al,data
out dx,al
end;
end;

Aplikasi Mikrokontroler AT89S51 Pada Pembuatan Temp-Humidity Meter

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Keberadaan temp-humidity meter dibutuhkan untuk kepentingan pemantauan temperatur dan kelembaban ruang dalam suatu proses industri. Data humidity dibutuhkan terutama pada proses industri yang berhubungan dengan suatu proses pengeringan atau penjagaan kelembaban ruang tersebut. Meter ini umumnya tidak difungsikan sebagai alat ukur statis yang diletakkan pada suatu tempat tertentu.
Sensor pada meter yang ada biasanya masih menggunakan teknologi lama (menggunakan sistem analog, dimana pengukuran berdasarkan atas beda tegangan) dengan respon pengukuran yang lambat. Pada awal tahun 2002, SENSIRION memproduksi sensor berteknologi digital yang diberi nama SHT1x/ SHT7x, dan dinyatakan (pabrik) mempunyai respon yang cepat. Karena sensor berteknologi digital, maka error bergantung pada internal chip SHT1x. Besar error tersebut telah didapatkan oleh pabrik pembuat SHT1x, yaitu SENSIRION.
Oleh karena itu timbul ide untuk membuat alat ukur temperatur dan kelembaban yang portable, menggunakan sensor berteknologi digital yang dituangkan dalam skripsi dengan judul : “Aplikasi Mikrokontroler AT89S51 Pada Pembuatan Temp-Humidity Meter”


1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berlatar balakang dari masalah diatas, maka penulis dapat menentukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana cara penerapan mikrokontroler sebagai pengendali.
2. Bagaimana sensor dapat mengukur temperatur dan kelembaban.
3. Bagaimana LCD dapat menampilkan karakter yang sesuai dengan hasil ukur sensor.
4. Bagaimana bahasa pemrograman assembly MCS-51 digunakan agar sistem atau alat tersebut dapat bekerja secara otomatis.

1.3 BATASAN MASALAH
Agar lebih terarahnya pembahasan sesuai dengan topik yang dibahas, maka perlu dilakukan pembatasan antara lain :
1. Menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Menggunakan sensor SHT11 sebagai sensor temperatur dan kelembaban.
3. Menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) untuk menampilkan nilai temperatur dan kelembaban.
4. Menggunakan bahasa assembly MCS-51 sebagai software dalam pengendalian peralatan, dimana program yang dibuat disimpan pada Flash PEROM.

1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan pembuatan alat ini adalah :
1. Merancang alat ukur temperatur dan kelembaban dengan memanfaatkan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali.
2. Untuk mendayagunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai alat kontrol.
3. Mengaplikasikan aspek-aspek teoritis dan konsep-konsep yang diperoleh di bangku kuliah.
4. Sebagai tugas akhir untuk mencapai gelar Sarjana pada Program Sistem Komputer Stikom Dinamika Bangsa Jambi.

1.5 METODE PENELITIAN
Penelitian memang cara yang paling penting dalam mencari dan mengumpulkan data dalam merancang sebuah alat. Dimana data yang diperoleh akan diolah dan dievaluasi sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi.
Dalam penulisan skripsi ini agar lebih teratur maka penulis menggunakan beberapa metode untuk perancangan dan pembuatan alat, antara lain sebagai berikut :
1. Studi Pustaka (Library Research)
Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan ini.
2. Studi Laboratorium (Laboratorium Research)
Metode Studi Laboratorium ini meliputi dua kegiatan sebagai berikut:
- Perancangan dan Perakitan
Kegiatan perancangan dan perakitan digunakan untuk merancang dan merakit benda kerja agar diperoleh suatu benda jadi serta mengkombinasikan perintah-perintah dalam pemprograman assembler sesuai dengan sintak program standar AT89S51 yang akan mengontrol kinerja mikrokontroler dan akan menghasilkan output pada benda jadi.
- Percobaan dan Pengujian
Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji dan menguji kelayakan benda kerja yang dirancang dan dibuat.

3. Studi Lapangan (Field Research)
Metode ini bertujuan untuk mengambil data langsung di lapangan karena percobaan benda kerja juga dilakukan di lapangan.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memberikan gambaran umum mengenai keseluruhan penulisan skripsi ini, maka sistematika penulisan ini terdiri dari 5 (lima) bab. Adapun isi dari pokok pembahasan masing-masing bab adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan bab pendahuluan yang berisikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan mencakup konsep-konsep teori yang diperlukan dalam melakukan suatu penelitian, serta mencakup beberapa definisi seperti pengertian mikrokontroler, pengenalan mikrokontroler AT89S51, pengertian komponen-komponen dasar, dan sekilas tentang bahasa pemprograman assembler.

BAB III : RANCANGAN SISTEM
Untuk mengetahui suatu sistem rancangan yang dapat dibuat agar dapat diketahui bagaimana cara kerja sistem pada sistem pengontrolan menggunakan mikrokontroler AT89S51.

BAB IV : ANALISA DAN HASIL
Merupakan bab yang menjelaskan cara kerja alat, program yang dapat menjalankan alat serta rangkaian komponen yang berhubungan dengan alat yang akan dirancang. Alat tersebut selanjutnya diuji dan dianalisa sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diinginkan.

BAB IV : PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian, serta akan mengemukakan saran-saran yang berguna untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

jika kau percaya

Apakah kau percaya aku sepenuhnya

Saat aku jauh darimu

Sudikah kau hapus air mata tertumpah saat aku terkulai lemah

Mungkinkah kudengar jawabmu

Dari hati yang terdalam

Yakinkanku jangan buat ku meragu…

Cintamu bisa membunuhku

Bila tiada percaya dalam hatimu

Cintamu bisa tegarkan ku

Bila kau percayakan hatimu padaku selamanya…

Sanggupkah kau redamkan api cemburumu

Saat aku tak bersamamu

Mungkinkah kudengar jawab mu dari hati yang terdalam

Jangan buat ku meragu…
abcs