GOOGLE VOICE GANDENG VOIP

Jika anda tidak menyukai google, tapi anda harus mengakui bahwa mereka sangat jenius ketika berbicara mengenai bisnis internet, dan menyediakan produk-produk yang banyak orang lain gunakan.
Google voice misalnya, menawarkan banyak fitur-fitur tambahan yang sangat menarik. Fitur transkipsi seperti pesan suara, layar pemanggil untuk mendengar siapa yang menelepon sebelum mengangkat, atau satu nomor telepon yang dapat di mana pun hanyalah beberapa fitur yang ditawarkannya.
Google baru-baru ini mengakuasi perusahaan VoIP, Gizmo5, dan telah memicu spekulasi bahwa google akan mengintegrasikan teknologi VoIP ke layanan voice google. Konfirmasi bahwa google akan menambah layanan VoIP ke voice google, telah hadir situs eWeek. Transkipsi voicemail, inbox terintegrasi dan threded SMS merupakan fitur fantastis. Gizmo5 memberi kita teknologi. Mereka memiliki teknologi dan keterampilan khusus dalam mengintegrasikan telepon dengan perangkat digital, desktop computer, dan komputasi dasar berbasis web.
Apa yang di dapatkan oleh pengguna? Kemungkinan besar penurunan tagihan telepon, karena panggilan telepon dapat dari perangkat luar internet.

TIGA SOSOK JENIUS DI BALIK BLOGGER & TWITTER

Di internet, selama tujuh tahun  belakangan ini, ada tiga hal yang menonjol: blogger,facebook, dan twitter. Dua diantara tiga hal itu, BLOGGER dan TWITTER, memiliki sosok yang sama di belakangnya.
Dia adalah Evan Willams, seorang pria dari keluarga petani di amerika serikat yang bertanggung jawab atas kegundahan di internet dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun sosok evan sendiri saja tak cukup, ada juga dua nama lain, Biz Stone dan Jack Dorsey.
Sebelum meihat yang lain, mari perhatikan dulu Evan Wiliams. Pria kelahiran 1972 ini berasal dari keluarga petani di nebrasaka. Ia memulai kariernya dengan “kabur” ke California, meninggalkan kuliah yang belum rampung di Universitas of Nebraska.
Bukan sebuah kebetulan jika evan kemudian terdampar di penerbit O’Reilly. Ini adalah penerbit yang terkenal dengan buku-buku teknis dan teknologinya. Penerbit yang telah menularkan istilah Web 2.0.
Meski memulai dari posisi non-teknis. Evan ternyata lebih getol menulis kode-kode program. Kemudian ia pun  mendapatkan berbagai pekerjaan sampingan. Blogger,Google dan Biz Stone tak puas bekerja hanya sebagai orang bayaran, evan memutuskan untuk membuat perusahaan sendiri. Ia melakukan ini bersama seorang rekan bernama Meg Hourihan.
Perusahaan yang didirikan evan bernama Pyra. Perusahaan software ini awalnya hendak membuat sebuah software manajemen proyek.
Dalam sebuah perjalanannya, Pyra kemudian berubah arah. Salah satu bagian dari piranti manajemen proyek itu berubah menjadi sebuah alat penerbitan online yang mudah. Lahirlah salah satu tools blogging yang awal bernama Blogger.
Evan ternyata mempunyai peranan yang sangat unik dalam memopulerkan kata blogger. Dia emang bukan yang membuat kata ini, namun ia diakui mempopulerkan penyerapan kata blog sebagai kata kerja dan juga istilah blogger.
Istilah blog sendiri bersal dari kata weblog (jorn berger, 1997) kemudian menjadi blog(Peter Merholz) dan kemudian oleh evan di jadikan kata kerja.
Evan Williams menemukan nama blogger untuk produk kami. Saat kami mulai menulisakan nsakah dalam web site ini setiap kata weblog kami gunakan istilah blog. Tak ada layanan lain ketika itu yang menggunakan istilah blog sedemikian. Ketika kami membuat layanan hosting, kami menamainya “Blogspot” karena ini merupakan sebuah tempat (spot) untuk blog seseorang.
Blogger kemidian menjadi piranti yang cukup popular pada masa-masa awalnya, namun kisahya belumlah nerupa akhir yang bahagia. Bahkan perusahaan dibelakangnya, Pyra Labs, sempat tak mampu membayar pegawainya.
Ditengah kondisi sulit itulah evan bertahan meski di tinggalkan oleh Meg houirhan dan banyak karyawannya. Ia seakan-akan tidak mau melepaskan “bayi”-nya, atau punya firsat bahwa blogger bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan.
Benar saja Pyra Labs kemudian hari di beli oleh raksasa internet Google. Layanan itu kemudian menjadi bagian dari sebuah raksasa internet yang mendunia.
Namun menurut Evan, penjualan itu bukan karena Pyra kekurangan uang. “saat itu kami sebenarnya sedang mempertimbangkan untuk menerima modal karena kami sedang berjalan baik. Kami tidak butuh untuk menjual perusahaan itu, tapi melihat penawaran google dalam hal distribusi dan infrastruktur. Mereka sejalan dengan kami secara folisofi perusahaan.
Bersama google, blogger terus dikembangkan kemudian meraih popularitas yang luar biasa dengan angka tiga juta blog aktif pada tahun 2003, kurang lebih satu tahu Pyra di kuasai oleh google.
Di blogger ini pula evan bertemu dengan sosok bernama Biz Stone. Pria dengan nama asli Isaac Stone ini kemudian hari akan berperan penting dalam pendirian proyek Evan selanjutnya.

NB: lanjut besok.. ^_^

PRIBADI YANG BERPIKIRAN MAJU





file ini dapat dari harddisk aku,, g tw punya siapa...
tp g ap dech d masukin d blog ini... untuk motivasi... ^_^

 PRIBADI YANG BERPIKIRAN MAJU


·        BERIKANLAH LEBIH DARI PADA APA YANG DIINGINKAN OLEH ORANG LAIN.
Ini adalah Rahasia sukses yang biasa di praktekkan di bidang bisnis dan hasilnya cukup efektif bila diterapkan dalam kehidupan sosial.
Misalnya :      Kalau Sahabat kamu punya acara dan mengundang kamu datang , tidak ada salahnya kamu tanyakan apa yang bisa kamu bantu. Pikirkanlah hal-hal apa saja yang bisa kamu berikan sebagai “bonus”. Yang penting kamu lihat situasi dan orang yang kamu hadapi supaya tidak menimbulkan kesan mengada-ada.

·        BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN UNTUK MENEPATI JANJI , SESULIT APAPUN KENDALA YANG KAMU HADAPI.
Ketika kamu betul-betul tidak bisa memenuhi janjimu , kamu perlu meminta maaf dan menjelaskan alasannya.
Ingatlah  :      Bahwa kebiasaan menepati janji adalah sifat menonjol dari seorang pribadi yang bisa diandalkan. Sebaliknya , kebiasaan mengingkari janji menunjukkan karakter yang lemah.
Sebaiknya      :      Hindari kebiasaan mengobral janji dan Berprinsiplah , bahwa Janji adalah hutang yang harus dibayar.

·        BERTANGGUNG JAWABLAH.
Melarikan diri dari tanggung jawab adalah kebiasaan yang kekanak-kanakan. Anak kecil biasanya secara spontan mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab , Namun orang dewasa seharusnya berani menerima tanggung jawab. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan suka melemparkan tanggung jawab kepada orang lain biasanya tidak berhasil dalam hidupnya.

·        POLA PIKIR LUAS.
Terlalu banyak masalah-masalah kecil yang tidak penting bisa menguras pikiran , energi , dan perhatianmu. Kamu perlu memilahnya mana yang perlu dan dipikirkan dan mana yang tidak perlu ditanggapi. Fokuskan pikiranmu pada hal-hal yang penting dan berarti.
Ingatlah  :      Bahwa masih banyak sekali hal yang perlu dipikirkan dan ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas hidupmu.

·        BEKERJA SAMALAH DENGAN ORANG LAIN.
Ingatlah selalu !...Bahwa untuk sukses di bidang apapun , kamu memerlukan orang lain. Dan kemampuan kerja sama dengan orang lain dapat membantu mengantarkan kamu ke jenjang keberhasilan yang lebih mulus.

·        PERGUNAKANLAH WAKTU DENGAN BAIK.
Isilah hari-harimu dengan kegiatan-kegiatan yang berguna dan menyenangkan. Kebiasaan menghambur-hamburkan waktu bisa merusak harga diri karena kamu merasa tidak berguna.
Ingatlah selalu !...Bahwa waktu adalah aset hidup yang sangat berharga yang dapat kamu pergunakan secara maksimal untuk keberhasilan dan kebahagiaan hidupmu.

·        JADILAH PROFESIONAL.
Kuasailah bidang pekerjaan apapun yang kamu tekuni. Kerjakanlah tugas dan kewajibanmu sebaik mungkin. Pikirkanlah bagaimana cara melakukannya dengan benar dan efisien. Hindarilah sikap ceroboh dan kebiasaan kerja seperti robot , karena itu akan menjadi kebiasaan buruk yang merugikan dirimu.

·        MILIKILAH NILAI TAMBAH.
Tingkatkan terus kualitasmu supaya kamu mempunyai daya saing yang tinggi , sehingga kamu akan lebih mudah meraih apa saja yang kamu inginkan dalam hidupmu.

·        MILIKILAH TUJUAN YANG PASTI.
Kamu perlu mengerahkan pikiran dan segala upaya ke arah tujuan-tujuan yang pasti supaya bisa mencapai hasil yang optimal. Tanpa tujuan yang pasti , kamu akan kehilangan banyak waktu dan tenaga dengan sia-sia.

·        BERANILAH MENGHADAPI TANTANGAN-TANTANGAN YANG MENGHADANG.
Ingatlah !.. Bahwa semakin banyak tantangan yang kamu lalui , semakin banyak yang bisa kamu raih. Anggaplah tantangan sebagai instruktur fitness bagi jiwamu. Latihan yang terus-menerus akan membuat kamu menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting.

Sejarah Virus Komputer

Virus komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. Pada tahun 1949, salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan sendirinya. Perkembangan virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory salah satu laboratorium komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal, seperti bahasa C dan C++.1 Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat memusnahkan kemampuan membetulkan dirinya dan balik menyerang kedudukan lawan. Selain itu, program permainan dapat memperbanyak dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, yaitu pemenangnya adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor keluar laboratorium tersebut, maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar tahun 1970-an , perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu yang bersamaan dua tugas dapat dilakukan. Pada tahun 1980-an, perang virus di dunia terbuka bermula atas pemaparan Fred Cohen, seorang peneliti dan asisten profesor di Universitas Cincinati, Ohio. Dalam pemaparannya, Fred juga mendemonstrasikan sebuah program ciptaannya, yaitu suatu virus yang dapat menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.

Pengertian Virus Komputer

Istilah virus komputer tak asing lagi bagi kalangan pengguna komputer saat ini. Padahal, sekitar 12 tahun yang lalu, istilah ini telah dikenal oleh masyarakat pengguna komputer. Baru pada tahun 1988, muncul artikel-artikel di media massa yang dengan gencar memberitakan mengenai ancaman baru bagi para pemakai komputer yang kemudian dikenal dengan sebutan ‘virus komputer’. Virus yang terdapat pada komputer hanyalah berupa program biasa, sebagaimana layaknya program-program lain. Tetapi terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada virus komputer dan program lainnya. Virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, tetapi umumnya para pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas dan juga hanya demi kesenangan semata. Tetapi apabila seseorang membuat virus dengan tujuan merusak maka tentu saja
akan mengacaukan komputer yang ditularinya.

Kemampuan Dasar Virus Komputer

Definisi umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya berukuran kecil yang dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada sistem komputer dan memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya adalah :

Kemampuan untuk memperbanyak diri
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah penyebarannya semakin luas.

Kemampuan untuk menyembunyikan diri
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.

Kemampuan untuk mengadakan manipulasi
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer

Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.

Kemampuan untuk memeriksa keberadaan dirinya
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang sama.

2.4 Jenis-jenis virus komputer

Berikut ini akan dibahas jenis-jenis virus yang penulis simpulkan dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber dari internet.

2.4.1 Berdasarkan Teknik Pembuatannya

a. Virus yang dibuat dengan compiler
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk membuat virus dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya seperti C dan Pascal baik dilingkungan DOS maupun Windows .
Mungkin virus jenis ini adalah virus yang paling sulit untuk dibuat tetapi karena dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman dan berbentuk bahasa mesin maka keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.

b. Virus Macro

Banyak orang salah kaprah dengan jenis virus ini, mereka menganggap bahwa virus Macro adalah virus yang terdapat pada program Microsoft Word. Memang hampir seluruh virus Macro yang ditemui merupakan virus Microsoft Word. Sebenarnya virus Macro adalah virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi tertentu seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint, Corel WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas bagi
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.

c. Virus Script/ Batch

Pada awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu terdapat pada file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah berganti menjadi script. Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.

Berdasarkan yang dilakukan

a. Virus Boot Sector
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
b. Virus File
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.
c. Virus System
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.
d. Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
e. Virus Registry WIndows
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.
f. Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.

Berdasarkan media penyebarannya

a. Penyebaran dengan media fisik
Media yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory), harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini tidak dapat dibaca tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus tertentu, walaupun kemungkinannya kecil, tetapi seiring dengan berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar dipasaran maka kemungkinan adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula. Untuk saat ini virus jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang ada. Virus ini akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila terjadi pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes file/media yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus yang aktif.

b. Penyebaran dengan Media Internet
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila komputer memiliki hubungan ke jalur internet

Storage Area Network – apakah itu?

Di rangkaian COMDEX 2000 yang berakhir di Las Vegas US, penulis berkesempatan melihat dari dekat perkembangan Storage Area Network (SAN) tersebut atas sponsor Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO). SAN Merupakan solusi konfigurasi masa depan dalam media penyimpanan data dalam jumlah besar (TeraByte) dalam berbagai servis yang berbasis online di Internet maupun IntraNet. Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari Frequently Asked Questions (FAQ) tentang Storage Area Network (SAN) yang terdapat di ITIS Services Resource Center http://www.itisservices.com/.


Apakah Storage Area Network (SAN)?

Storage Area Network (SAN) adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri dari server dan penyimpan (storage). Terpisah & berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN. Biasanya tersambung melalui Fiber Channel, sebuah teknologi komunikasi data berkecepatan sangat tinggi, menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated yang platform-independent yang beroperasi dibelakang server. SAN terdiri dari infrastruktur komunikasi, yang memberikan sambungan fisik, dan lapisan managemen, yang mengatur sambungan, elemen penyimpan, dan sistem komputer sehingga menghasilkan transfer data yang sangat aman dan handal.


Mengapa Storage Area Network (SAN) dibutuhkan?

Karena cara tradisional dalam menyambungkan server dengan media penyimpanannya tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan saat ini untuk akses secara cepat data dalam jumlah yang besar, hal ini mengubah paradigma model penyimpanan secara dramatis. Protocol legacy tidak lagi cocok untuk menangani data dalam jumlah besar. Secara contoh, teknologi SCSI menggunakan kabel paralel yang akhirnya sangat membatasi kecepatan, jarak tempuh data maupun jumlah media penyimpan yang bisa di tempelkan. Lebih sulit lagi, sangat tidak praktis untuk menggunakan SCSI untuk menyimpan data dalam jumlah TeraByte. Di samping itu, konsep tradisional hubungan penyimpan-server mengacu pada pendapat bahwa pemilik media penyimpan (storage) tersebut adalah server – hal ini menyebabkan terjadi limitasi dalam akses data. Pada saat lingkungan komputasi bergerak dari model yang server-centric ke data-centric, akses ke sumber daya data menjadi sangat kritis. Storage Area Network (SAN) adalah enabling technology yang memungkinkan sumber daya penyimpanan untuk di share, sambil memberikan servis akses data secara terus menerus, cepat dan mudah.

Jadi apa saja keuntungan dari Storage Area Network (SAN)?

Keuntungan utama dari SAN adalah:

• Availability: satu copy dari data jadi dapat di akses oleh semua host melalui jalur yang bebeda dan semua data lebih effisien di manage-nya.
• Reliability: infrastruktur transport data yang dapat menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan.
• Scalability: server maupun media penyimpanan (storage) dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, dengan tanpa pembatas harus menggunakan sistem yang proprietary.
• Performance: Fibre Channel (standar enabling teknologi untuk interkonektifitas SAN) mempunyai bandwidth 100MBps bandwidth dengan overhead yang rendah, dan SAN akan memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN.
• Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar baik untuk FC-AL (Fibre Channel Arbitrated Loop) maupun Fibre Channel fabric memungkinkan managemen dilakukan secara terpusat dan koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif.
• Return On Information Management: Karena bertambahkan tingkat redudansi dan kemampuan managemen yang baik, maupun kemampuan untuk di tambahkan server dan media penyimpan (storage) secara independen – SAN pada akhirnya memungkinan biaya kepemilikan yang rendah pada saat yang sama menaikan Return On Information Management (ROIM) di bandingkan metoda penyimpanan tradisional.


Apakah pendorong pasar untuk Storage Area Network (SAN)?

Keterbatasan kecepatan, jarak, dan konektifitas dari teknologi SCSI telah mendorong untuk mencari alternatif solusi daripada metoda penyimpanan tradisional yang server-centric. Kebutuhan untuk data sharing dan LAN yang bebas backup (yang memisahkan antara trafik standar LAN/WAN dengan trafik backup) telah mendorong awal pergerakan menuju teknologi SAN. Kebutuhan ini, di dorong pula dengan keinginan untuk menempatkan semua data secara online dan dapat di akses 24x7 dengan kebutuhan globalisasi dan pertambahan populasi pengguna Internet, akhirnya mendorong perkembangan pasar SAN.

Pendorong utama pasar SAN:

• Backup Capacity: semakin tinggi-nya kebutuhan akan penyimpanan data dan kebutuhan akan 100% aksesibilitas data oleh perangkat aplikasi telah menyebabkan kesulitan SCSI backup melalui LAN.
• Capacity Growth: Baik IDC maupun Gartner Group mengestimasikan bahwa pertumbuhan data setiap tahunnya melebihi 88%. Untuk memberikan gambaran sebuah perusahaan dengan data 750Gbyte data di tahun 2000 akan membutuhkan 5Tbyte di tahun 2003.
• System Flexibility/Cost: SAN adalah jaringan storage-centric, yang memberikan kemudahan scalability, memungkinkan server dan media penyimpanan (storage) ditambahkan secara independen satu sama lain. Peralatan lainnya, seperti disk array maupun peralatan backup dapat ditambahkan ke SAN tanpa mengganggu server maupun jaringan.
• Availability/Performance: Penggunaan protokol transmisi data untuk media penyimpanan, termasuk SCSI, memungkinkan untuk mentransfer data dalam jumlah besar dengan overhead dan latensi yang kecil.



Seberapa cepat pasar SAN berkembang?

Proyeksi industri sangat bervarisasi, biasanya terlalu optimistik. Menurut Dataquest, pengamat industri, pasar SAN akan berkembang 89% per tahun antara 1999 sampai 2003. Sedang menurut IDC, pasar SAN di harapkan mencapai sepuluh (10) kali lipat pada tahun 2002. Untuk merasakan berapa besarnya, keseluruhan pasar penyimpanan data (storage) pada tahun 2000 di perkirakan melebihi US$80 miliar.


Bagaimana SAN berbeda dengan LAN atau WAN?

SAN sebetulnya sangat mirip dengan LAN, terutama dalam metoda penyambungan sistem dengan perangkat keras dan perangkat lunak protokol yang standar.

SAN berbeda dari LAN dalam dua (2) hal utama yaitu:

• Storage versus Network Protocol: Sebuah LAN akan menggunakan protokol jaringan yang mengirimkan potongan kecil data dan meningkatkan overhead komunikasi, dan mengurangi bandwidth. SAN menggunakan protokol penyimpanan (SCSI), sehingga memungkinkan untuk mengirimkan potongan besar data sambil mengurangi overhead dan meningkatkan bandwidth.
• Server Captive Storage: Sistem berbasis LAN menghubungkan server dengan clien, setiap server memiliki dan mengontrol akses ke media penyimpanannya, yang pada akhirnya membatasi aksesibilitas data. Setiap penambahan media penyimpanan (storage) akan di tambahkan ke server, tidak di share melalui LAN. Sebuah SAN memungkinkan sumber daya penyimpanan data (storage) untuk di kaitkan langsung ke jaringan tanpa perlu terhubung ke server yang spesifik. Hal ini memungkinkan semua server untuk mengakses sumber daya media penyimpanan yang ada di SAN.


Apa beda antara SAN dan NAS?

Storage Area Networks (SAN) dan Network-attached storage (NAS) keduanya adalah teknologi media penyimpanan (storage) yang terhubung ke jaringan, dan merepresentasikan teknologi penyimpanan (storage) dan jaringan.

Sebuah SAN adalah jaringan dedicated untuk peralatan penyimpanan (storage) dan host, yang terpisah dari LAN/WAN di perusahaan. SAN di rancang untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpanan, dan memisahkan trafik backup yang bandwidth intensif dari trafik normal LAN/WAN. Keuntungan lain SAN termasuk menaikan konektifitas antara server dan peralatan penyimpan, maupun managemen data yang terpusat.

NAS adalah file server yang di khususkan, tersambung ke jaringan. NAS menggunakan protokol LAN seperti ethernet dan TCP/IP, yang memungkinkan NAS untuk lepas dari limitasi yang ada di teknologi SCSI. Beberapa produk NAS, seperti Network Appliance Filer dan Auspex server adalah peralatan penyimpan (storage), dan tersambung langsung ke jaringan messaging atau jaringan publik. NAS produk cenderung untuk di optimasikan untuk penggunaan file server saja.

Masing-masing pendekatan mempunyai kelebihan masing-masing, konsensu umum menunjukan bahwa SAN merepresentasikan hubungan media penyimpan masa depan. Peralatan NAS tentu akan terus menjalankan fungsi spesifik mereka, tetapi indikasi trend menunjukan bahwa organisasi data-centric akan melakukan migrasi ke arah model SAN.



Bagaimana cara saya me-manage SAN?

Saat ini ada dua (2) metoda dasar dalam managemen SAN:

• SNMP (Simple Network Management Protocol): SNMP berbasis TCP/IP dan managemen peringatan dasar, yang memungkinkan sebuah node di jaringan memperingatkan kegagalan dari komponen sistem. Akan tetapi SNMP sulit untuk memberikan managemen yang bersifat proaktif maupun keamanan (security).
• Proprietary Management Protocol: Beberapa perusahaan menyediakan perangkat lunak managemen SAN. Biasanya perangkat ini dijalankan di terminal yang terpisah (biasanya mesin NT) yang terhubung ke SAN. Dengan menyambungkan terminal managemen ini akan membuka beberapa kemampuan lain dari SAN, seperti zoning (security), mapping, masking, maupun fungsi backup and restore functions, dan managemen kegagalan.


Apakah SAN Manager?

Sebuah SAN manager adalah perangkat lunak prorietary Storage Area Network managemen yang memungkinkan managemen terpusat dari host Fibre Channel dan peralatan penyimpanan (storage). Sebuah SAN manager akan memungkinkan sistem untuk menggunakan secara bersama kumpulan media penyimpanan di SAN, sambil memungkinkan SAN administrator untuk mengambil manfaat penuh dari aset media penyimpanan yang ada, dan pada akhirnya menekan biaya dalam menjalankan sistem yang ada dengan lebih effisien.



Kapan saya harus menggunakan switch vs. hub?

Hub: Hub biasanya digunakan di sistem yang kecil biasanya jaringan pada tingkat pemula. Hub biayanya biasanya lebih murah daripada switch, tapi juga hanya mampu memberikan throughput yang lebih rendah daripada switch.

Switch: Digunakan dalam aplikasi yang data-intensif, bandwidth besar seperti backup, video editing, maupun scanning dokumen. Karena adanya jalur data yang redundan dan kemampuan managemen yang lebih, switch digunakan dalam lingkungan dengan data dalam jumlah besar yang harus tersedia terus menerus.



Apa alasan switch bukan hub digunakan di SAN?

Switch memberikan beberapa keuntungan dalam lingkungan SAN:

• Failover Capabilities: Jika satu switch gagal dalam sebuah lingkungan jalinan switch, maka switch lainnya biasanya masih operasional. Berbeda dengan Hub jika terjadi kegagalan, maka seluruh sistem akan gagal.
• Increased Manageability: Switch mendukung standar Fibre Channel Switch (FC-SW), memungkinkan pengalamatan yang independen dari lokasi subsistem di jalinan fiber, dan memberikan isolasi yang lebih baik untuk mentolerir kegagalan yang pada akhirnya meningkatkan ketersediaan infrastruktur. FC-SW juga memungkinkan host untuk mengidentifikasi subsistem yang tersambung ke switch.
• Superior Performance: Switch memfasilitasi "multiple-transmission data flow", dimana di dalam setiap jalinan sambungan fiber dapat menjaga truput yang tetap secara simultan 100 Mbps. Hub hanya mampu memberikan satu aliran data saja dengan total truput 100Mbps.
• Scalability: Interkoneksi antar switch memungkinkan ribuan interkoneksi tanpa perlu takut terjadi degradasi bandwidth. Sebuah hub akan terbatas pada 126 peralatan yang di interkoneksi.
• Availability: Switch mendukung penambahan subsistem (server maupun media penyimpanan) tanpa perlu re-inisialisasi atau shutdown. Pada Hub dibutuhkan Loop Initialization (LIP) untuk memperoleh alamat subsistem setiap kali terjadi perubahan di loop. LIP biasanya membutuhkan sekitar 0.5 detik dan cukup untuk membuat proses backup tape terputus.



Siapa saja vendor utama SAN?

Pada hari ini sudah cukup banyak pemimpin industri yang mendukung evolusi SAN, dan terlibat cukup dalam di industri jaringan media penyimpan (storage). Beberapa perusahaan ini antara lain adalah ITIS Services, Hitachi Data Systems, Hewlett-Packard, Compaq, StorageTek, Brocade, Gadzoox, Veritas, Legato, Computer Associates, Oracle, DataCore, Ancor, Vixel, Sun, dan Dell. Banyak dari perusahaan ini menjadi anggota dari Storage Network Industry Alliance (SNIA). Perusahaan ini yang secara terus menerus memproduksi produk SAN yang paling mutakhir, dan terlibat secara aktif dalam membentuk standar yang dibutuhkan dalam Fiber Channel dan industri jaringan penyimpanan (storage).


Apakah SNIA?

SNIA (Storage Network Industry Alliance) adalah sebuah organisasi internasional non-profit terdiri dari 65 perusahaan yang mempunyai hak pilih. Misi yang di emban adalah "to promote the use of highly-evolved, widely accepted storage network systems across the IT community." Anggota SNIA bekerjasama untuk memberikan solusi media penyimpanan yang reliable ke pasar. Server SNIA berfungsi sebagai pusat kontak untuk mempromosikan industri untuk dapat menerima konsep jaringan penyimpanan (storage), dan bekerjasama dalam pengembangan dan evolusi standar jaringan penyimpanan (storage).

Adapun anggota dengan hak pilih tersebut termasuk: (September 2000)

Adaptec
ADIC
ADVA
Agilent
Amdahl
Axis Communications
BMC Software
Brocade Communications Systems
Cereva Networks
Chaparral Network Storage
CMD Technology
CommVault Systems
Compaq Computer Corporation
Computer Network Technology
Crossroads Systems
CrosStor
DataCore Software
DataDirect Networks
Data General
Dell Computer
e-Datagroup
EMC Corporation
Emulex Corporation
Eurologic Systems
Exabyte Corporation
Fujitsu Computer Products
Hewlett-Packard
HighGround Systems
Hitachi Data Systems
IBM
Informix
INRANGE Technologies
Intel Corporation
ITIS Services
Legato Systems
LSI Logic
Maxtor Corporation
McDATA Corporation
Meridian Data
MTI Technology Corp.
NetConvergence
Network Appliance
Network Storage Solutions
Nishan Systems
Novell
NuSpeed
OTG Software
Overland Data Inc.
PANASAS
Pathlight Technology
Pirus Networks
Prisa Networks
QLogic
Quantum
Seagate Technology
Sterling Software
Storability
StorageApps
StorageTek
Syncsort Incorporated
Sun Microsystems
Tricord Systems
Troika Networks
VERITAS Software
Vixel Corporation


Apakah Fiber Channel?

Fibre Channel adalah teknologi enabling dibelakang SAN. Sebuah standar interface media penyimpanan / jaringan, dia menghubungkan sistem host, desktop workstation dengan peralatan penyimpanan (storage) melalui interface point-to-point, serial bi-directional. Fibre Channel mampu untuk mengirimkan data pada kecepatan tinggi dengan latensi rendah melalui jarak yang sangat jauh – pada kecepatan 1 gigabit (200 MBps full duplex), dan jarak 10 kilometer. Fiber Channel adalah mekanisme transport yang mendukung banyak protokol (ATM, FDDI, TCP/IP, HIPPI, SCSI, dll.), memberikan fitur sambungan dan jarak dari protokol jaringan dengan kesederhanaan dan keandalan dari channel switching melalui kabel fisik yang sama (baik media tembaga maupun fiber). Interface yang digunakan untuk menyambungkan kabel Fiber Channel ke host dan peralatan penyimpanan (storage) biasanya disebut Host Bus Adapter (HBA). Setiap port menggunakan sepasang fiber untuk komunikasi dua arah, dengan pemancar (TX) tersambung ke penerima (RX) di ujung kabel Fiber Channel.

Ada tiga (3) topologi utama yang menjadi basis dari Fibre Channel - Arbitrated Loop, Point-to-Point, dan Fabric (jalinan).

• Point-to-Point adalah sambungan langsung dua port di SAN. Sambungan ini akan mengalokasikan semua bandwidth yang ada di channel kepada port yang tersambung. Biasanya bandwidth yang diberikan sekitar 100MBps untuk setiap jurusan. Penting disini untuk memilih Host Bus Adapter (HBA) dan kompnen kontrol yang baik.
• Fibre Channel Arbitrated Loop (FC-AL) adalah topologi yang paling sering digunakan, memungkinkan dua atau lebih peralatan untuk berkomunikasi melalui bandwidth yang sama. FC-AL memungkinkan fleksibilitas yang lebih baik dan mendukung topologi lainnya. Bandwidth yang tersedia di loop akan di tentukan oleh besarnya trafik yang ada di loop tersebut.
• Switched topology memberikan konektifitas yang terbaik dan redundansi dengan mengimplementasikan arsitektur non-blocking, terdistribusi. Topologi ini terdiri dari satu atau lebih jalinan switch, tidak seperti Point-to-Point dan Arbitrated Loop, total bandwidth di topologi Switch bertambah dengan penambahan jumlah port. Sayangnya, SNIA pada saat ini belum punya set lengkap standar industri yang pada akhirnya menyulitkan penyebaran implementasi Switched Fabric SAN.




Bagaimana standar Fiber Channel dikembangkan?

Standar Fibre Channel terus dikembangkan melalui (American National Standards Institute), yang merupakan badan yang mengatur standar industri Fiber Channel. Group industri yang lain, termasuk Fibre Channel Industry Alliance (FCIA) dan Storage Networking Industry Alliance (SNIA) yang merepresentasikan vendor maupun pengguna, juga bekerja untuk set standar untuk industri Fiber Channel.

Usaha kerjasama oleh vendor dan pengguna mendorong standarisasi dan interoperability untuk peningkatkan adopsi SAN yang lebih luas.



Apakah Fibre Channel Fabric (jalinan)?

Sebuah jalinan (fabric) minimal sebuah switch Fiber Channel dalam topologi networking. Fabric adalah teknologi routing, yang menyambungkan berbagai peralatan dalam bentuk point-to-point. Fabric membentuk sambungan bandwidth lebar antar node di SAN, yang tersambung satu dengan lainnya dalam jalinan (Fabric) dengan menggunakan identifikasi yang unik.

Di awal perkembangan Fiber Channel, konsep universal "Fabric" sangatlah populer sebagai wahana pendukung topologi Fiber Channel yang independen. Konsep tersebut berkembang dengan berbagai penyempurnaan dengan adanya topologi Point-to-Point dan FC-AL.

Fabric di rancang sebagai interface yang generik antara setiap node dengan interkoneksi di lapisan fisik dari node-node ini. Dengan menambahkan interface ini, setiap peralatan Fiber Channel dapat berkomunikasi melalui "Fabric" tanpa perlu mempunyai pengetahuan tentang interkoneksi antar node. Kita bisa menganalogikan “Fabric” ini dengan switch telepon dimana si penelepon dan penerima telepon dapat berkomunikasi satu dengan lainnya tanpa perlu mengetahui detail metoda / sambungan yang terjadi antara mereka.


Apakah Fiber Channel Arbitrated Loop?

Arbitrated Loop - Fibre Channel Arbitrated Loop (FC-AL) adalah topologi yang paling sering digunakan, dan memungkinkan lebih dari dua peralatan untuk berbicara pada bandwidth yang sama. FC-AL memungkinkan fleksibilitas yang lebih baik dan mendukung topologi lainnya. Bandwidth yang tersedia di loop akan di tentukan oleh besarnya trafik yang ada di loop tersebut.

Fibre Channel-Arbitrated Loop adalah sebuah arsitektur share, yang mendukung transportasi data pada kecepatan 100MBps atau 200MBps full duplex. Sama seperti token ring, banyak servers atau peralatan penyimpan (storage) terhubung pada segmen loop yang sama. Sampai dengan 126 peralatan dapat dihubungkan ke FC-AL, meskipun biasanya arbitrated loop menampung 4 sampai 30 peralatan. Karena arsitektur transport-nya share, peralatan harus memohon untuk mengakses loop sebelum mengirimkan data. Fiber Channel memberikan sebuah set perintah, berfungsi sebagai “polisi jalan raya”, untuk memberikan akses yang teratur dan menjamin integritas data.



Bagaimana tape drive SCSI di sambungkan ke Fiber Channel SAN?

Karena hampir semua implementasi SAN menggunakan teknologi Fiber Channel, sebuah standar industri untuk interface jaringan diperlukan. Sambungan ke Fiber Channel membutuhkan Host Bus Adapter (HBA) yang terhuhung kepada setiap server dan peralatan penyimpanan di SAN. Setiap port menggunakan sepasang fiber untuk komunikasi dua arah, dengan pemancar (TX) terhubung ke penerima (RX) di ujung kabel Fiber Channel.


Apakah GBIC?

GBIC (Gigabit Interface Converter) adalah transceiver yang removable di switch, hub dan host Fiber Channel maupun Host Bus Adapters (HBA). GBIC mengkonversikan satu bentuk sinyal ke bentuk yang lain (sinyal fiber-optic ke sinyal listrik), dan merupakan komponen yang sangat kritis di transfer data berkecepatan tinggi. Modul GBIC dapat di ganti pada saat terpasang, dan menyimpan informasi sistem tentang peralatan yang tersambung ke jaringan. GBIC juga menjamin kualitas sinyal maupun integritas data.




Apakah interkonek?

Intekonek adalah pipa fisik yang digunakan untuk sambungan kecepatan tinggi, bandwidth lebar di dalam jaringan SAN. Dia mampu mengakses data pada kecepatan 100 kali lebih cepat dari jaringan yang ada pada saat ini. Dia menyambungkan semua komponen SAN, juga menyediakan scalability, konektifitas, kinerja dan ketersediaan yang baik. Dia yang memungkinkan terhubungnya komponen yang berbeda dalam SAN. I/O bus dan jaringan adalah dua contoh dari interkonek.




Evolusi SAN


Pada hari ini

Pada hari ini, SAN dapat secara effektif di jalankan di sebuah perusahaan, tanpa resiko kerugian investasi infrastruktur, atau mengancam integritas dari data yang disimpan. Banyak perusahaan terbaik telah sukses mengimplementasikan SAN, dan akan terus melakukannya.

Dengan berkembangnya teknologi, calon pengguna perlu memperoleh informasi tentang standar industri yang spesifik ini sehingga pada saat mereka mengadopsi adalah sesuatu yang di approve oleh asosiasi industri, pembuatan peralatan dan pengembang. Beberapa industri perangkat keras, industri perangkat lunak dan konsorsium industri, termasuk SNIA (Storage Network Industry Alliance), FCIA (Fiber Channel Industry Association), dan FCA (Fibre Channel Alliance) mereperesentasikan industri SAN. Untuk mempromosikan dan mengadpsi standar SAN yang universal, group ini mengembangkan protokol perangkat keras dan perangkat lunak yang universal.

Banyak vendor dalam industri bekerja menuju solusi “open”, memberikan pilihan bagi pengguna untuk mencampurkan dan mencari padanan produk, mengakomodasi fleksibilitas yang maksimum dan memungkinkan hasil yang optimal dari SAN mereka. Beberapa pembuat switch, sebagai contoh, bekerja keras agar switch mereka dapat beroperasi dengan peralatan yang dibuat oleh pabrik lain dalam lingkungan Fiber Channel. Hal ini merupakan kunci objektif, karena solusi yang sifatnya tertutup & proprietary hanya akan menghalangi kemungkinan pemakai untuk mencapai Return on Information Management (ROIM) yang tertinggi, dan akan menghalangi pemakai untuk mencapai lingkungan terbaik untuk pemrosesan penyimpanan data.

Industri SAN umumnya mengadopsi Fibre Channel Arbitrated Loop (FC-AL) sebagai protokol untuk pertukaran di dalam lingkungan switch maupun non-switch. Tidak mengherankan jika FC-AL menjadi majoritas dalam implementasi SAN pada hari ini. FC-AL memungkinkan lebih dari dua peralatan untuk berbicara pada bandwidth yang sama. FC-AL memungkinkan fleksibilitas yang lebih baik dan mendukung topologi lainnya. Bandwidth yang tersedia di loop akan di tentukan oleh besarnya trafik yang ada di loop tersebut. Setiap peralatan dalam FC-AL SAN harus memohon untuk akses ke loop sebelum mengirimkan data. Fiber Channel memberikan sebuah set perintah, berfungsi sebagai “polisi jalan raya”, untuk memberikan akses yang teratur dan menjamin integritas data.

Meskipun Switch Fabric SAN telah berhasil di implementasikan, teknik ini belum memiliki set standar yang lengkap yang di sepakati oleh industri. Pengguna yang berkeinginan untuk melakukan investasi di SAN ada baiknya mengimplementasikan topologi FC-AL, minimal sampai standar protokol Switch telah di setujui. Pembuat Switch pada saat ini telah melepaskan produk yang kompatibel dengan FC-AL, tapi bisa di upgrade untuk topologi Fabric. Walaupun ada penundaan karena belum adanya standar yang lengkap untuk Switch Fabric, pengguna masih akan tetap merasakan perbaikan kinerja yang bukan main dalam arsitektur SAN dengan menggunakan topologi FC-AL.

Masa mendatang

Potensi teknologi SAN pada dasarnya tanpa batas. Kemajuan di bidang cabling dan teknologi Fiber Channel terjadi secara terus menerus. Berbeda dengan mekanisme transport data yang ada, teknologi fiber optik memberikan kemungkinan peningkatan yang bukan main di kapasitas bandwidth. Kabel fiber optik mengirimkan data melalui fiber dalam bentuk cahaya. Sebetulnya sebuah fiber setipis rambut mampu untuk dilalui data berkecepatan 100 triliun bit per detik.

Saat ini, backbone SAN dapat mendukung truput 1.025Gbps, peralatan dengan 2Gbps truput akan tersedia tidak lama lagi, dan kenaikan eksponensial akan terjadi lebih sering lagi di tahun mendatang. Pada saat bandwidth menjadi komoditi, pertukaran data akan bebas dari keterbatasan dimensi besar, dan media penyimpanan (storage) akan berukuran petabyta (sama dengan 1000 terabyte; sama dengan 1000000 gigabyte). Untuk memenuhi kebutuhan akan interface fiber, vendor media penyimpanan (storage) pada saat ini mendisain produk mereka dengan module fiber backplane, controller dan disk.

Penawaran teknologi dimasa mendatang termasuk teknologi backup “serverless”, yang melepaskan tradisional interface di server dari fungsi backup, untuk memungkinkan backup yang lebih cepat. Pada saat ini, berbagai platform hanya dapat share media penyimpanan (storage) fisik dalam SAN. Dengan adanya standar yang baru dan perkembangan teknologi, UNIX, NT, dan open sistem lainnya akan mampu melakukan sharing data melalui file sistem yang sama. Beberapa vendor besar di bidang SAN pada saat ini tengah mengembangkan produk yang di rancang untuk truput 4Gbps.

Pemanfaatan LCD Sebagai Penampil Informasi Berbasis Mikrokontroler

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Saat ini, mikrokontroler semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik mahasiswa, praktisi, maupun masyarakat umum yang menggemari bidang elektronika. Mikrokontroler banyak digunakan untuk berbagai aplikasi kendali maupun otomatisasi, mulai dari sistem yang sederhana hingga yang kompleks. Mikrokontroler yang sedang berkembang saat ini adalah AVR dari Atmel karena harganya yang murah banyak diminati mahasiswa dan memiliki fitur I/O (Input/ Output) yang komplit dalam satu paket mikrokontroler serta kemudahan dalam bahasa pemrograman bisa memakai Assembler atau memakai bahasa basic seperti BASCOM AVR, PBASIC dan lain-lain.
Mikrokontroler AVR secara umum dapat dikelompokan 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan rata-rata bisa dikatakan hampir sama. Oleh karena itu, dipergunakan salah satu produk AVR dari Atmel, yaitu ATMega8535 yang akan digunakan dalam penelitian kami, karena sudah memiliki ADC (Analog Digital Converter)10 bit sebanyak 8 saluran.
Sebagai mahasiswa program studi Sistem Komputer tentunya tidak asing lagi dengan perangkat seperti LCD. Apabila kita berbicara soal LCD, pasti yang terbayang dalam pikiran kita adalah suatu alat elektronika yang dapat menampilkan teks. Lebih jelasnya, LCD (Liquid Crystal Display) merupakan suatu alat elektronika yang dapat menampilkan karakter dimana bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan, yang digunakan untuk menampilkan informasi dan pesan kepada setiap orang yang melihatnya. LCD banyak digunakan karena tampilannya yang menarik, harganya yang murah dan konsumsi daya rendah.
Berdasarkan keterangan diatas dimana fungsi LCD banyak digunakan untuk memberikan informasi, maka penulis ingin menerapkan fungsi dari LCD tersebut yaitu untuk menampilkan pesan, ucapan-ucapan hari besar keagamaan, dan informasi-informasi penting lainnya. Pada alat ini, teks yang ditampilkan oleh LCD dapat bergerak atau berjalan sehingga tidak membosankan bagi semua orang. Dimana alat ini nantinya akan diimplementasikan di Perguruan Tinggi STIKOM Dinamika Bangsa Jambi. Alat ini dapat diletakkan di dalam ruangan laboratorium, di pintu masuk laboratorium, atau di mading. Untuk itulah ide ini penulis ajukan dalam bentuk karya ilmiah yang berjudul : ”Pemanfaatan LCD Sebagai Penampil Informasi Berbasis Mikrokontroler”

1.2 PERUMUSAN MASALAH
Berlatar balakang dari masalah diatas, maka penulis dapat menentukan perumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana alat menampilkan pesan teks.
2. Bagaimana LCD 2 x 40 dapat menampilkan karakter yang diinginkan.
3. Bagaimana prinsip dasar dan cara kerja dari komponen pendukung peralatan seperti tombol untuk mengganti teks.
4. Bahasa pemrograman BASCOM AVR digunakan agar sistem atau alat tersebut dapat bekerja secara otomatis.

1.3 BATASAN MASALAH
Dalam proses pembuatan alat ini sudah tentu tak terlepas dari beberapa masalah yang penulis hadapi. Agar penelitian yang dilakukan tidak keluar dari permasalahan, maka perlu dilakukan pembatasan masalah, yaitu :
1. Menggunakan LCD 2 x 40 sebagai modul yang digunakan untuk menampilkan karakter.
2. Menggunakan tombol untuk mengganti atau menukar informasi yang ditampilkan.
3. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam perancangan peralatan yaitu BASCOM AVR.
4. Karakter yang dapat ditampilkan di LCD 2 x 40 hanya terbatas pada karakter yang ada di keyboard

1.4 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan teks berjalan di LCD yang dikendalikan mikrokontroler. Yang mana mikrokontroler pada alat ini diisi bahasa pemograman BASCOM AVR.
Manfaat dari perancangan alat ini adalah untuk menampilkan pesan, ucapan-ucapan hari besar keagamaan, dan informasi lainnya. Contoh teks untuk ucapan hari besar keagamaan adalah Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Hari Raya Idul Adha, Selamat Natal, dan contoh teks untuk pesan dan informasi penting lainnya adalah Labor Dipakai, Perpustakaan Buka, dan Bagi Mahasiswa Yang Tidak Menggunakan Sepatu Dilarang Memasuki Ruangan Dosen.

1.5 METODE PENELITIAN
Untuk mendapatkan sistem yang baik, tentu tidak terlepas dari cara atau metode yang ada saat melakukan proses penelitian, yang mencakup keberadaan penulisan karya ilmiah ini. Dalam penulisan ini digunakan dua metode penelitian antara lain :
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan alat ini.
2. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Untuk mengetahui dan menguji kebenaran dari teori-teori dan rancangan rangkaian, maka dilakukan eksperimen-eksperimen dilaboratorium teknik dengan memanfaatkan peralatan yang ada, juga laboratorium komputer untuk membuat program kontrolnya.


1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Agar lebih terstruktur dalam penulisan ini maka dapat dikelompokkan sesuai dengan yang penulis susun, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN
Yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penelitian, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Berisikan tentang teori yang mencakup konsep-konsep yang diperlukan dalam melakukan penelitin dan konsep kerja dari komponen yang digunakan.

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini di jelaskan secara spesifik tentang Gambaran Umum, Analisa Kebutuhan, dan Perancangan Sistem .

BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir dari pokok permasalahan yang mengemukakan Kesimpulan, Keterbatasan Sistem dan Saran-Saran yang diperlukan.

delphi & assembler

variabel out 32
===============
function Inp32(alamat:word):byte; stdcall;external'ace.dll';
procedure Out32(alamat:word;data:byte):byte;stdcall;external'ace.dll';


variabel tempo
==============
procedure tempo(lama:word);
var temp:dword;
begin
temp:=GetTickCount;
repeat
Application.ProcessMessages;
until(GetTickCount-temp)>=lama
end;


logika port $378
================
1,2,4,8,16,32,64,128,255

pengulangan
===========
var i:integer;
begin
for i:=1 to 3 do
begin

a
f | g | b

e | | c
d

exit
====

application.terminate;


input
=====

procedure TForm1.Timer3Timer(Sender: TObject);
begin
begin
If (label4.Caption='1') or (label4.Caption='127')
or (label4.Caption='65')or (label4.Caption='255')
or (label4.Caption='')then
begin
L1.Brush.Color:=clred;
end
else
L1.Brush.Color:=clwhite
end;


* assembler
===========
function portin(alamat:word):byte;assembler;
var
data:byte;
begin
asm
mov dx,alamat
in al,dx
mov data,al
end;
portin:=data;
end;

procedure portOut(alamat:word;data:byte);
begin
asm
mov dx,alamat
mov al,data
out dx,al
end;
end;
abcs